Mendisiplinkan Diri Melalui Bela Negara - SEGI DWI

Mendisiplinkan Diri Melalui Bela Negara

By Dwi Aryn - Saturday, April 21, 2018

Dengan penuh rasa kepercayaan diri di dalam dada aku menapaki jalanan aspal sembari mendorong koper yang berisi bekal dua tahun itu menuju Pusdikkes Kodiklat TNI AD. Hal yang paling diinget waktu itu, aku malah lebih banyak bawa stelan seragam daripada pakaian sehari-hari! Konyol. Koper yang berukuran 24 inch itu hanya muat beberapa stel seragam dan 2 paket baju olah raga yang tebalnya terlalu untuk dipakai di siang bolong dan masih ada beberapa barang lain yang tidak perlu disebutkan satu per satu. 

Pleton A4 yang isinya cewek semua. Lagi...lagi... :')
Begitu datang kami langsung disodorkan absen untuk mengisi daftar hadir dan langsung menuju Barak masing-masing. Sebenernya jarak dari gerbang masuk menuju Barak sih gak jauh-jauh banget kok, tapi perjalanannya itu lho jadi inget ninja Hatori deh.  Dari segi geografis sih emang ada beberapa anak tangga gitu, jadi ya kudu naik ke atas - turun ke bawah dan begitu seterusnya. Ditambah bawa koper rasa 'keponakan tingkat SMP', berat! dan udah gak pantes lagi buat digendong. Apalagi yang datengnya awal-awal kebagian barak di lantai tiga, mengenaskan. Tapi kalo gak papa jugak sih, itung-itung latihan biar kurus (?).




Sebenernya kehidupan seperti apa sih yang diharapkan dari Barak?
Dari awal bagi kita yang udah dewasa ini pasti ngerti, tujuannya sudah jelas untuk mendisiplinkan. Yang mungkin iya mungkin juga enggak sih, teknik didiknya bisa jadi mirip-mirip pas jaman aku tinggal Asrama dulu. Parah-parahnya kegiatan outbond di lapangan voli, dengan ketinggian rumput sudah mencapai pinggang orang dewasa. Sehingga muncullah kosa kata 'akan datang bola voli setelah rumput tiada' dengan kata lain cabutlah rumput sebelum rumput yang menyabutmu. Bisa jadi juga kita disuruh manjat tower tampungan air, kali aja keran atas yang biasa ngalirin air buat mandi putri-putri khayangan masih ketutup. Eh itu cerita jaman asrama yaa. Seharusnya lain lokasi, lain pula cerita. Kenyataannya kita emang ngelaku-in beberapa aktivitas fisik yang mirip seperti saat di Asrama, manjat tower bahkan manjat gunung! Karena ada waktu beberapa hari untuk outbond di lapangan bahkan kita sampe jauh-jauh ke Tajur buat menikmati indahnya alam ala-ala tentara. Terima kasih untuk Kemenkes dan Pusdikkes, saat itu pula aku benar-benar merasakan masa remajaku telah kembali (?)

Saat masih di barak, dan kehabisan air, ada atau gak nya air kita tetap harus mandi.  Kebersihan kan sebagian dari Iman! Jangan lupa Korvey tiap minggu. Barang siapa suka membersihkan Masjid di Pusdikkes merekalah orang-orang yang paling beruntung, karena bisa njajan ke alpa aja bahagianya udah kayak pulang kampung, tentunya dengan ijin dari para komandan yang baik hati.

Selama 40 Hari lebih di Pusdikkes kita dapat banyak banget bekal sebelum ditugaskan ke daerah dengan kategori DTTPK (Daerah Terpencil, Terluar, dan Kepulauan). Bukan hanya teori, kita juga diberikan materi ilmu medis hingga penanganan kegawatdaruratannya langsung dari pakarnya.  Pusdikkes juga bukan hanya sebuah tempat, tapi di sana jiwa kepemimpinan kita juga makin dilatih, yang tadinya rebutan air akhirnya berbagi karena temennya juga butuh, yang makannya enggak habis kita bantu habisin karena belinya pake uang negara. Bahkan sampe kena serangan udara aja kita sama-sama, inget gak sihh? :')





Pokoknya dari kita seleksi dua tahap hingga akhirnya lolos dan lanjut bela negara di Pusdikkes, akhirnya kita sampe ke babak final yaitu pelepasan Tim Nusantara Sehat Angkatan ke Dua oleh Bapak Wakil Presiden JK dan Ibu Menkes Nila Moeloek dengan persembahan tarian haka-haka kita itu, di hari pas banget dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN)ke 51 gak mungkin kita ngelakuin itu semua kalo kita gek semangat. Ya kan!

Biarpun sekarang kita udah PNS (Pensiunan Nusantara Sehat)!
Pokoknya jaga terus semangat 55 itu, Pusdikkes Almamaterku!





- D.A.N (Purna Tugas Nusantara Sehat Angkatan II Tahun 2015)




  • Share:

You Might Also Like

4 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

4 Komentar

  1. Pendidikan di barak pasti memberikan kedisiplinan yang bagus banget ya. Jadi pas keluar kita udah jadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mba Anisa, itu lah yang diharapkan kenapa kita-kita ini perlu didik mentalnya dan di kasih pelajaran Bela Negara yang sesungguhnya *asiiik

      Delete